Friday, December 21, 2018


SAMBUTAN KETUA PANITIA HUT RI YANG KE 73 PERUM GRIYA JEMBAR LESTARI

ASSALAMUALAIKUM  WR WB.

Yang kami hormati Bapak Ketua RW 20 Perumahan Griya jembar Lestari Kelurahan Gumilir kecamatan Cilacap utara yang kami hormati, Bapak ketua RT 01 dan pengurus yang kami hormati, Bapak-bapak, Ibu-Ibu, serta hadirin yang saya hormati dan berbahagia.


Terlebih dahulu marilah kita bersama-sama mensyukuri atas segala nikmat rahmat dan karunia Allah swt Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita pada malam ini bisa berkumpul semua disini dalam acara malam resepsi dan pentas seni memperingati HUT RI ke 73 dalam keadaan sehat wal afiat tiada halangan apapun juga.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di hari akhir. Aamiin.

Saudara-saudara sekalian dan hadirin yang kami hormati.
Perkenankan kami mewakili seluruh rekan-rekan panitia Peringatan HUT RI ke 73 menyampaikan :

pertama ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat RT 01 RW 20 Perumahan Griya Jembar Lestari ini yang telah memberikan sumbangsih berupa materiil dan spiritual sehingga dapat terlaksananya berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 di wilayah RT 01 RW 20 ini mulai dari kegiatan lomba lomba, malam tasyakuran, serta malam panggung hiburan pada malam hari ini, mudah-mudahan amal kebaikan Bapak Ibu Saudara semuanya mendapat pahala yang setimpal dari Allah swt.   Aamiin.

Kedua kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan peringatan ini. Juga tak lupa atas nama panitia kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan acara ini banyak terdapat kekurangan yang kurang berkenan di hati para Warga RT 01 sekalian.

Harapan panitia,  semoga kita bersama-sama dapat  mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif menuju lingkungan yang aman, Rukun, damai, tentram.

Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan yang baik ini, kurang dan lebihnya kami mewakili panitia Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 73 sekali lagi mohon maaf yang sebesar besarnya.

 Dirgahayu Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indinesia yang ke 73    Selamat berjuang, Selamat mengisi Kemerdekaan dan                                                    Merdeka… merdeka … merdeka ….

Akhiru kalam.


Tuesday, November 29, 2011


HIPERTENSI
Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mm Hg
atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon, L.Rogen, 1996).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG
dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,1996).
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah
sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau
lebih. (Barbara Hearrison 1997)
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi adalah
peningkatan tekanan darah yang abnormal dengan sistolik lebih dari 140
mmHg dan diastolic lebih dari 90 mmHg.
Etilogi.
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi
terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan
perifer
Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
a. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau
transport Na.
b. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat.
c. Stress Lingkungan
d. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua serta
pelabaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a. Hipertensi Esensial (Primer)
Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti
genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, system
rennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.
b. Hipertensi Sekunder
Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal. Penggunaan
kontrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll.
Patofisiologi
Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke sel
jugularis. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. Dan
apabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin
yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada
angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh
darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.
Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkan
retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan
darah. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan
pada organ organ seperti jantung.
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah meningkatkan
tekanan darah > 140/90 mmHg, sakit kepala, epistaksis, pusing/migrain,
rasa berat ditengkuk, sukar tidur, mata berkunang kunang, lemah dan lelah,
muka pucat suhu tubuh rendah.
Komplikasi
Organ organ tubuh sering terserang akibat hipertensi anatara lain mata
berupa perdarahan retina bahkan gangguan penglihatan sampai kebutaan,
gagal jantung, gagal ginjal, pecahnya pembuluh darah otak.
Penatalaksanaan Medis
Penanggulangan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis
penatalaksanaan:
a. Penatalaksanaan Non Farmakologis.
1. Diet
Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat menurunkan
tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan
kadar adosteron dalam plasma.
2. Aktivitas.
Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan
batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging,
bersepeda atau berenang.
b. Penatalaksanaan Farmakologis.
Secara garis besar terdapat bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:
1. Mempunyai efektivitas yang tinggi.
2. Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.
3. Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
4. Tidak menimbulakn intoleransi.
5. Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
6. Memungkinkan penggunaan jangka panjang.
Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi seperti
golongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium,
golongan penghambat konversi rennin angitensin.
Test diagnostic.
a. Hb/Ht: untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti :
hipokoagulabilitas, anemia.
b. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
c. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat
diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
d. Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal dan
ada DM.
e. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
f. EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang
P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
g. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal,
perbaikan ginjal.
h. Poto dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup,
pembesaran jantung.